Gowa, 24 November 2025 — SMP Islami Al-Fityan School Gowa kembali menghadirkan inovasi pembelajaran melalui kegiatan STEAM Kreatif Berbasis Kearifan Lokal yang dilaksanakan pada Senin, 24 November 2025. Sebanyak 451 siswa ikhwan dan akhwat mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias dan semangat. Program ini dirancang untuk menumbuhkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman siswa mengenai penerapan unsur Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) dalam kehidupan sehari-hari.
Tahun ini, kegiatan STEAM mengusung tema kreasi produk ramah lingkungan berbasis kearifan lokal. Melalui tema tersebut, setiap proyek yang dikerjakan siswa SMP Islami Al-Fityan tidak hanya memiliki nilai fungsional, tetapi juga mencerminkan budaya serta potensi lokal yang dapat terus diberdayakan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta mengenai konsep STEAM. Siswa SMP Terbaik di Kabupaten Gowa Al-Fityan kemudian menyaksikan video pembelajaran yang menjelaskan bagaimana sains dan teknologi dapat diterapkan dalam pembuatan produk eco-friendly. Setelah itu, para peserta mulai mengerjakan proyek sesuai jenjang kelas, yaitu:
•Kelas 7: pembuatan sabun detergen cair ramah lingkungan dari bahan aman dan mudah dijangkau.
•Kelas 8 Ikhwan: pembuatan pot tanaman berbahan sabut kelapa, sebagai bentuk pemanfaatan kekayaan alam lokal.
•Kelas 8 Akhwat: pembuatan sarung Bali bermotif, yang memadukan kreativitas seni dan nilai budaya.
•Kelas 9: kegiatan sablon baju menggunakan desain buatan sendiri yang mengangkat nilai-nilai Islami.
Sepanjang proses, siswa tampak sangat aktif bereksperimen, berdiskusi, dan berkolaborasi. Mereka mampu mengidentifikasi unsur-unsur STEAM dalam setiap tahapan proyek—mulai dari reaksi kimia pada pembuatan sabun, prinsip engineering dan matematika pada pot sabut kelapa, sentuhan seni pada sarung Bali, hingga kreativitas desain pada sablon baju. Bahkan, beberapa siswa mencoba inovasi bentuk, warna, dan teknik untuk menghasilkan karya yang lebih unik.
Usai pembuatan proyek, seluruh kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka secara percaya diri. Mereka memaparkan proses, tantangan, serta unsur STEAM yang diterapkan, menggunakan bahan presentasi yang mereka siapkan sebelumnya. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa.
Refleksi peserta menunjukkan respons yang sangat positif. Banyak siswa mengaku kegiatan ini membuat mereka lebih memahami bahwa belajar sains dan teknologi dapat berlangsung menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Mereka merasa bangga karena mampu menciptakan produk ramah lingkungan dari bahan lokal yang sering dianggap sederhana. Kolaborasi dalam kelompok juga mengajarkan mereka pentingnya kerja sama, saling menghargai pendapat, serta menyelesaikan masalah bersama.
Secara keseluruhan, kegiatan STEAM ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan mendorong siswa menghasilkan karya kreatif berbasis kearifan lokal. Program ini membuktikan bahwa pendekatan pembelajaran terintegrasi mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 dengan menumbuhkan karakter inovatif, kolaboratif, dan solutif pada diri peserta didik.
Pendaftaran SPMB SIT Al-Fityan sudah dibuka sejak 1 November 2025. Yuk daftarkan anak ayah dan bunda pada link resmi kami di https://web.fityangowa.sch.id/
#sekolahpenggerak
#sekolahadiwiyata
#sekolahunggulan
#smpislamalfityan
#smpterbaikdikabupatengowa